Jumat, 17 Juni 2022

HEALING THERAPHY

 

OLEH : @anifahsuryanii_

Sakit hati, itulah yang saat ini dihadapi manusia ketika impian dan harapan sirna.
Sudah berjuang sampai sedemikian rupa hingga menguras tenaga dan membuang waktu lalu berujung kegagalan. Itu namanya memang belum rejeki, terkadang kita sebagai manusia merasa tidak diberi keadilan yang sama.
 
Karena keadilan dirasa timpang, manusia mulai kehilangan kesabaran dan muak menjalani segala cobaan.
 
Bathin mereka menjerit, jiwa mereka meronta, tubuh mereka kesakitan dan otak mereka hampir mau meledak. Lama-lama mereka bisa mengalami sindrom healing yang sewaktu-waktu bisa menjurus ke hal-hal yang membahayakan orang lain.
 
Ujaran kebencian misalnya, Sindrom Healing disinyalir sebagai penyebab munculnya ujaran kebencian terhadap sesama manusia.
 
Contohnya iri terhadap tetangga karena kekayaannya, itu biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya untuk meredam ketidaknyamanan akibat dari Sindrom Healing ini dibutuhkan terapi ampuh.
 
Terapi adalah solusi tepat untuk menghilangkan sindrom tersebut agar ketidakpuasan terhadap keadaan diri sendiri bisa diubah menjadi rasa syukur.
 
Mengapa manusia kerap mengalami sindrom healing, karena kurang bersyukur dan tidak mau berdamai dengan diri sendiri.
 
Para penderita sindrom healing ini memiliki ciri-ciri yang sebenarnya biasa terdapat pada orang dengan tingkat kesibukan tinggi.
Mereka yang bekerja non stop bisa terkena sindrom healing, mereka yang belajar non stop bisa terpapar sindrom healing dan bahkan orang yang menganggur terlalu lama bisa juga terkena sindrom itu.
 
Kurang istirahat bisa jadi penyebabnya, kurang bersosialisasi bisa jadi awal mulanya dan mungkin jarang berhubungan seksual pun bisa memicu sindrom healing.

Senin, 14 September 2020

SAYA TIDAK BERHAK MELARANG ORANG (Menyaksikan Film JAV)

SAYA TIDAK BERHAK MELARANG ORANG menonton atau menyaksikan Film JAV, sama sekali tidak berhak. Siapapun yang ingin menontonnya, itu hak anda masing-masing; tak ada yang berhak melarang, termasuk saya.

TAPI KETIKA saya ditanya oleh murid-murid saya apa tanggapan saya terhadap Film JAV, maka saya BERHAK MENJAWAB dengan ilmu dan sepengetahuan saya; bahwa film JAV itu BUKAN MEWAKILI tradisi kaum penyuka poligami, tetapi justru mewakili tradisi KAUM SETENGAH CABUL.

By the way, justru Film JAV itu -menurut kami- mengandung KEKERASAN SEKSUAL secara terselubung (seksualisasi) tanpa sadar, dimana orang bertakwa yang jujur keimanannya tentu tidak akan merasa nyaman dengannya. Adegan Kakek Sugiano masuk ke rumah Cucunya dan memberikan servis maksiat kepada para perawan muda seakan merampas KEHORMATAN didalam VAGINA dan menginjak-injak prinsip akhlaq.

Ditambah lagi, yang membuat kedua bola mata ini merasa risih dan tak nyaman ialah : film ngawur ini diperankan oleh ANAK SEORANG GUBERNUR SEIMAN YANG TERNYATA TIDAK PAKAI JILBAB. Rupanya, mengajarkan cara pakai KONDOM dan tunduk kepada KAKEK SUGIONO yang terpesona oleh KECANTIKAN para perawan dan didalam adegannya LEBIH SULIT menghentikan EJAKULASI ketimbang sekedar menahan EREKSI nya.
 
15 September 2020

Selasa, 24 September 2019

PERNAHKAH ULAMA SALAF MELAWAN PENGUASA ZHALIM ?

Tak bisa kita menutup mata dari fakta sejarah, dimana para Rasul terdahulu mendakwahkan Tauhid (islam) selalu berhadapa-hadapan dengan yang namanya PENGUASA. Nabi Ibrahim berhadapan dengan Namrud sampai dibakar hidup-hidup, Nabi Musa dan Bani Israil berhadapan dengan Fir’aun, Nabi ‘Isa dan kaumnya berhadapan dengan Romawi, Nabi Muhammad berhadapan dengan petinggi-petinggi Musyrikin Quraisy (termasuk paman-pamannya sendiri).

Di dalam DAKWAH ada dua esensi penting; MEMBANGUN dan MERUNTUHKAN. Membangun apa? Jika para Rasul mengajak ummat manusia mentauhidkan Allah, dalam waktu yang bersamaan mereka meruntuhkan berbagai kesyirikan yang dilakukan untuk menyekutukan Allah. Membangun Tauhid, meruntuhkan Syirik. Membangun ketaatan, meruntuhkan kemaksiatan. Dakwah itu BUKAN HANYA AMAR MA’RUF (mengajak orang berbuat baik) tapi harus NAHI MUNKAR (mengingkari kemungkaran). Itulah dakwah namanya, makanya penuh resiko !.

Lalu, apa hukum Demonstrasi dalam perspektif islam? Dudukkan masalah dengan dalil dan istidlal yang benar (kaidah ushul yang benar). Demonstrasi merupakan masalah dunia, bukan masalah agama atau ibadah. Dalam kaidah ushul disebutkan: Hukum asal ibadah dilarang sampai adanya dalil yang mensyari’atnya dan hukum asal muamalah atau urusan dunia dibolehkan sampai ada dalil yang mengharamkannya.

Esensi dari demonstrasi adalah menyampaikan aspirasi dan kritik secara jama’i (kolektif) dalam sebuah negara konstitusi. Bisa dalam bentuk kritik kebijakan, atau menuntut keadilan. Demonstrasi bukan masalah agama, ia masalah dunia (muamalah). Adakah dalil yang mengharamkannya? Ternyata TIDAK. Berarti hukum asalnya adalah HALAL (BOLEH). Tapi jika ada ‘Illat (alasan) yang membawa kepada keharaman, maka hukumnya menjadi Haram. Intinya, tergantung USLUBNYA bagaimana.

Artinya, jika Demonstrasi dilakukan secara konstitusional, damai, elegan, sesuai aturan perundang-undangan didalam negara bersangkutan, tidak dengan cara onar dan brutal, tetap menjaga etika dan akhlaqul karimah; maka kembali ke hukum asal --> DIBOLEHKAN & SAH-SAH SAJA. Artinya, keharaman Demonstrasi itu jika USLUB/CARA nya dilakukan dengan membawa kemudhorotan atas islam dan kaum muslimin.

Pernahkah Ulama Salaf turun ke jalan beramai-ramai melakukan unjuk rasa atau semacam Demonstrasi , apalagi sampai melawan penguasa ?? PERNAH. Pada tahun 83 hijriyyah para Ulama salaf (diantaranya Imam Sa’id Bin Jubeir, Imam As-Sya’bi, Imam Hasan Al-Bashri, dan Imam Muslim Bin Yasar) bersama 100 ribu ummat islam di Bashrah dan kufah berkumpul melawan PENGUASA bernama Abdul Malik Bin Marwan dan panglimanya bernama Hajjan Bin Yusuf.

Para ulama terdahulu dari kalangan Salafus Shalih berani mengingatkan penguasa yang berbuat salah. Tak jarang, karena enggan diajak kompromi maka mereka akhirnya berhadapan dengan SIKSAAN & PENJARA. Dan itu semua dihadapi dengan penuh ketegaran, diantaranya seperti Imam Ahmad Bin Hanbal dll. Dengan menjaga jarak terhadap penguasa dan tetap berkata HAQ dihadapan para penguasa, para ulama tidak terbebani, demikian pula mereka tidak terbebani ketika harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar kepada para penguasa. Bahkan kerap kali para ulama harus berhadapan dengan resiko yang besar ketika melakukan hal itu. akan tetapi, mereka tidak pernah gentar. Allahu A’lam.

RETORIKA ABDUL AZIZ AL BRUEK : JANDA ANAK SATU

Pernah aku jatuh cinta pada seorang wanita Wanita itu adalah seorang janda muda Masih muda sudah menjanda punya anak satu Satu diantara seri...