Dalam sebuah terbitan majalah Al Islam (media massa milik Hizbut Tahrir Indonesia), saya menemukan kalimat berikut ini:
Ada dua macam keabadian di dalam hidup ini. Abadi di surga bersama Allah SWT dan para Nabi/Rasul, atau keabadian di neraka bersama setan/iblis….
Dan
hanya tergantung pada manusia kemana ia akan masuk. Allah SWT ingin manusia
semua berada di surga, dan ia telah dan sedang melakukan yang terbaik
untuk kita agar kita masuk ke surga. Bahkan Allah SWT, tidak dapat
lebih dari ini. Untuk Kristen, Yahudi, Muslim, Taonisme, Kejawen, Katolik,
semuanya!
Dan sangat mudah untuk hidup abadi di surga! Cukup percaya pada Rasulullah Muhammad SAW saat ini juga dan anda akan selamat!
Komentar saya:
Itu katanya begitu mudah.
Tapi lihat:
Bagi Yahudi, Kristen adalah aliran sesat yang menyimpangkan ajaran
agamanya dengan modifikasi. Anda tidak akan masuk surga kalau ikut
ajaran sesat.
Bagi Muslim, Allah tidak punya anak dan tidak diperanakkan. Anda tidak akan masuk surga kalau menganggap Allah punya anak.
Bagi Taonisme, ada banyak Sesembahan, Dewa Erlang bias jadi salah satunya, tapi ada yang
lebih hebat dari Dewa Erlang yaitu Dewa Sun Go Kong. Sun Go Kong jauh lebih hebat lagi dari Dewa Erlang,
kenapa harus mengejar Kitab Suci ke Barat ?.
Bagi Kejawen, ada lebih banyak lagi Sesembahan, tapi Allah bukan salah satunya. Bila ya, bagaimana hubungannya dengan orang yang mengaku Allah sekaliber Syech Siti Jenar ?
Bagi Katolik, tidak perlu Syafa'at Rasulullah Muhammad untuk mencapai Surga.
Bagi TALAFY, mana buktinya? Bukti kalau keabadian itu ada dua hal yang membelit pikiran anda dan kalau cara sholat anda tidak benar' bisakah masuk Surga ?