OLEH : @anifahsuryanii_
Sakit hati, itulah yang saat ini dihadapi manusia ketika impian dan harapan sirna.
Sudah berjuang sampai sedemikian rupa hingga menguras tenaga dan membuang waktu lalu berujung kegagalan. Itu namanya memang belum rejeki, terkadang kita sebagai manusia merasa tidak diberi keadilan yang sama.
Karena keadilan dirasa timpang, manusia mulai kehilangan kesabaran dan muak menjalani segala cobaan.
Bathin mereka menjerit, jiwa mereka meronta, tubuh mereka kesakitan dan otak mereka hampir mau meledak. Lama-lama mereka bisa mengalami sindrom healing yang sewaktu-waktu bisa menjurus ke hal-hal yang membahayakan orang lain.
Ujaran kebencian misalnya, Sindrom Healing disinyalir sebagai penyebab munculnya ujaran kebencian terhadap sesama manusia.
Contohnya iri terhadap tetangga karena kekayaannya, itu biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya untuk meredam ketidaknyamanan akibat dari Sindrom Healing ini dibutuhkan terapi ampuh.
Terapi adalah solusi tepat untuk menghilangkan sindrom tersebut agar ketidakpuasan terhadap keadaan diri sendiri bisa diubah menjadi rasa syukur.
Mengapa manusia kerap mengalami sindrom healing, karena kurang bersyukur dan tidak mau berdamai dengan diri sendiri.
Para penderita sindrom healing ini memiliki ciri-ciri yang sebenarnya biasa terdapat pada orang dengan tingkat kesibukan tinggi.
Mereka yang bekerja non stop bisa terkena sindrom healing, mereka yang belajar non stop bisa terpapar sindrom healing dan bahkan orang yang menganggur terlalu lama bisa juga terkena sindrom itu.
Kurang istirahat bisa jadi penyebabnya, kurang bersosialisasi bisa jadi awal mulanya dan mungkin jarang berhubungan seksual pun bisa memicu sindrom healing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar