Senin, 14 September 2020

SAYA TIDAK BERHAK MELARANG ORANG (Menyaksikan Film JAV)

SAYA TIDAK BERHAK MELARANG ORANG menonton atau menyaksikan Film JAV, sama sekali tidak berhak. Siapapun yang ingin menontonnya, itu hak anda masing-masing; tak ada yang berhak melarang, termasuk saya.

TAPI KETIKA saya ditanya oleh murid-murid saya apa tanggapan saya terhadap Film JAV, maka saya BERHAK MENJAWAB dengan ilmu dan sepengetahuan saya; bahwa film JAV itu BUKAN MEWAKILI tradisi kaum penyuka poligami, tetapi justru mewakili tradisi KAUM SETENGAH CABUL.

By the way, justru Film JAV itu -menurut kami- mengandung KEKERASAN SEKSUAL secara terselubung (seksualisasi) tanpa sadar, dimana orang bertakwa yang jujur keimanannya tentu tidak akan merasa nyaman dengannya. Adegan Kakek Sugiano masuk ke rumah Cucunya dan memberikan servis maksiat kepada para perawan muda seakan merampas KEHORMATAN didalam VAGINA dan menginjak-injak prinsip akhlaq.

Ditambah lagi, yang membuat kedua bola mata ini merasa risih dan tak nyaman ialah : film ngawur ini diperankan oleh ANAK SEORANG GUBERNUR SEIMAN YANG TERNYATA TIDAK PAKAI JILBAB. Rupanya, mengajarkan cara pakai KONDOM dan tunduk kepada KAKEK SUGIONO yang terpesona oleh KECANTIKAN para perawan dan didalam adegannya LEBIH SULIT menghentikan EJAKULASI ketimbang sekedar menahan EREKSI nya.
 
15 September 2020

Selasa, 24 September 2019

PERNAHKAH ULAMA SALAF MELAWAN PENGUASA ZHALIM ?

Tak bisa kita menutup mata dari fakta sejarah, dimana para Rasul terdahulu mendakwahkan Tauhid (islam) selalu berhadapa-hadapan dengan yang namanya PENGUASA. Nabi Ibrahim berhadapan dengan Namrud sampai dibakar hidup-hidup, Nabi Musa dan Bani Israil berhadapan dengan Fir’aun, Nabi ‘Isa dan kaumnya berhadapan dengan Romawi, Nabi Muhammad berhadapan dengan petinggi-petinggi Musyrikin Quraisy (termasuk paman-pamannya sendiri).

Di dalam DAKWAH ada dua esensi penting; MEMBANGUN dan MERUNTUHKAN. Membangun apa? Jika para Rasul mengajak ummat manusia mentauhidkan Allah, dalam waktu yang bersamaan mereka meruntuhkan berbagai kesyirikan yang dilakukan untuk menyekutukan Allah. Membangun Tauhid, meruntuhkan Syirik. Membangun ketaatan, meruntuhkan kemaksiatan. Dakwah itu BUKAN HANYA AMAR MA’RUF (mengajak orang berbuat baik) tapi harus NAHI MUNKAR (mengingkari kemungkaran). Itulah dakwah namanya, makanya penuh resiko !.

Lalu, apa hukum Demonstrasi dalam perspektif islam? Dudukkan masalah dengan dalil dan istidlal yang benar (kaidah ushul yang benar). Demonstrasi merupakan masalah dunia, bukan masalah agama atau ibadah. Dalam kaidah ushul disebutkan: Hukum asal ibadah dilarang sampai adanya dalil yang mensyari’atnya dan hukum asal muamalah atau urusan dunia dibolehkan sampai ada dalil yang mengharamkannya.

Esensi dari demonstrasi adalah menyampaikan aspirasi dan kritik secara jama’i (kolektif) dalam sebuah negara konstitusi. Bisa dalam bentuk kritik kebijakan, atau menuntut keadilan. Demonstrasi bukan masalah agama, ia masalah dunia (muamalah). Adakah dalil yang mengharamkannya? Ternyata TIDAK. Berarti hukum asalnya adalah HALAL (BOLEH). Tapi jika ada ‘Illat (alasan) yang membawa kepada keharaman, maka hukumnya menjadi Haram. Intinya, tergantung USLUBNYA bagaimana.

Artinya, jika Demonstrasi dilakukan secara konstitusional, damai, elegan, sesuai aturan perundang-undangan didalam negara bersangkutan, tidak dengan cara onar dan brutal, tetap menjaga etika dan akhlaqul karimah; maka kembali ke hukum asal --> DIBOLEHKAN & SAH-SAH SAJA. Artinya, keharaman Demonstrasi itu jika USLUB/CARA nya dilakukan dengan membawa kemudhorotan atas islam dan kaum muslimin.

Pernahkah Ulama Salaf turun ke jalan beramai-ramai melakukan unjuk rasa atau semacam Demonstrasi , apalagi sampai melawan penguasa ?? PERNAH. Pada tahun 83 hijriyyah para Ulama salaf (diantaranya Imam Sa’id Bin Jubeir, Imam As-Sya’bi, Imam Hasan Al-Bashri, dan Imam Muslim Bin Yasar) bersama 100 ribu ummat islam di Bashrah dan kufah berkumpul melawan PENGUASA bernama Abdul Malik Bin Marwan dan panglimanya bernama Hajjan Bin Yusuf.

Para ulama terdahulu dari kalangan Salafus Shalih berani mengingatkan penguasa yang berbuat salah. Tak jarang, karena enggan diajak kompromi maka mereka akhirnya berhadapan dengan SIKSAAN & PENJARA. Dan itu semua dihadapi dengan penuh ketegaran, diantaranya seperti Imam Ahmad Bin Hanbal dll. Dengan menjaga jarak terhadap penguasa dan tetap berkata HAQ dihadapan para penguasa, para ulama tidak terbebani, demikian pula mereka tidak terbebani ketika harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar kepada para penguasa. Bahkan kerap kali para ulama harus berhadapan dengan resiko yang besar ketika melakukan hal itu. akan tetapi, mereka tidak pernah gentar. Allahu A’lam.

Rabu, 11 September 2019

GAYA NGELES ALA SEKTE TALAFY

TAK PUNYA BAHAN UNTUK MEMBANTAH SEBUAH KARYA, GAYA NGELES ALA SEKTE TALAFI : MAAHER AT-THUWAILIBI ITU SIAPA, ALUMNI MANA, TAK JELAS BELAJARNYA ?!!

1. Kalau saya “tidak jelas” belajarnya dimana, lantas apakah saya tak boleh menulis? Saya tak boleh berdakwah? Saya tak boleh berkarya? Lha emang anda siapa?
Lalu yang boleh menulis itu hanya ustadzmu? Hanya kelompokmu? Emang surga punya bapak moyangmu ?

2. Emang Buya Hamka itu tamatan mana? Alumni mana? Belajar dimana? Siapa gurunya dalam ilmu-ilmu alat ? Beliau adalah seorang pakar ilmu yang terkenal dengan karya monumentalnya “Tafsir Al-Azhar” dan “Sejarah Ummat Islam”. Tolong jawab sanad keilmuan Buya Hamka !? Tolong jawab.

3. Kalau saya “tidak jelas” belajarnya dimana, emang ustad kibarmu Abdul Hakim Bin Amir Abdat itu belajarnya dimana? Alumni mana? Siapa gurunya? Sebutkan sanad keilmuannya? Ustadz andalan kelompokmu, Ustadz Yazid Jawaz. Alumni mana dia ?? Jangan bilang murid Syaikh Utsaimin ya, karena Syaikh Utsaimin tak mengenal mereka berdua. Ayo cepat jawab ! sebelum anda saya permalukan dengan fakta sejarah

4. Ustadz Ahli Hadats -Eh Ahli Hadits- mu itu (yakni Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat) itu otodidak, ngga punya guru. Semua tulisannya copy paste dari kitab-kitab yang dibaca di LIPIA. dia Sarjana perpustakaan, jadi pembaca di perpustakaan LIPIA (belajar mandiri), lalu ceramah, dan kemudian jadi ‘ustad kibar’ di kalangan komunitasmu. Hebat bukan ??

5. Salah seorang Ustadzmu juga, pemateri di TV Rodja, bernama Ustad Fariq Qasim Anuz. itu alumni mana? LIPIA ngga lulus, berhenti di tengah jalan, tapi ceramah ke mana-mana; ngisi kajian, ngisi dauroh, nulis buku dan berkarya. Lalu disebabkan kebodohan sekolam konco-koncomu lantas ditulis di ujung namanya gelar “Lc”. Padahal, di LIPIA ngga selesai. Lalu “Lc” nya dari mana??

6. Saya tidak pernah mengumumkan di hadapan ummat sejagad raya bahwa saya adalah RUJUKAN dan mesti di jadikan rujukan. rujukan ya Al-Qur'an dan As-Sunnah, bukan Maaher At-Thuwailibi. Maaher At-Thuwailbi hanyalah satu diantara sekian juta anak bangsa yang ingin menyampaikan aspirasinya lewat karya-karya (walau hanya dengan narasi tulisan, artikel, atau video blog/vlog)

7. Jikalau orang yang “berhak jadi rujukan” menurut anda adalah orang yang “mesti jelas belajarnya dimana”, atau “harus alumni timur tengah”, dsb, maka Prof.Dr. Muhammad Quraish Shihab adalah orang yang sangat jelas belajarnya dimana, bahkan jelas sanad keilmuannya. dia di akui di Al-Azhar dan mencapai gelar professor doktor. kok tak kau jadikan rujukan??

8. Demikian pula Prof.Dr.Said Aqil Siraj,MA. Dia juga sangat jelas belajarnya. Ia belajar di Universitas Ummul Quro mekkah. Sangat jelas sanad keilmuannya. Bahkan disertasi S3 nya masya Allah luar biasa manfaat ilmiahnya, mengupas konsep Tasawwuf dalam pandangan Ibnu Taimiyyah. Lalu, kenapa kau tidak jadikan ia rujukan?

9. Mau saya tunjukkan dimana letak BUSUKNYA AKAL DAN PEMIKIRAN sekte Talafi ? Baiklah.., Ustad Adi Hidayat sangat jelas belajarnya dimana, jelas sanad keilmuannya, ia berguru dengan banyak ulama dan mencapai gelar S2 dengan nilai memuaskan dalam akademik. Lagi-lagi mengapa tidak kau jadikan rujukan? Kenapa tetap di jelek-jelekkan oleh kelompokmu? Jawab !! Berarti apa? Berarti yang konslet adalah otakmu, dan yang busuk itu hatimu !!

10. Jadi, apakah Ustadz yang jelas manhajnya dan jelas sanad keilmuannya menurutmu adalah seperti ustad kondangmu antek BNPT yang berfatwa bahwa “Densus 88 itu mujtahid” ? atau....ustadzmu yang sakit jiwa yang dulu sempat berfatwa “Darah demonstran halal ditumpahkan” ? Atau Ustadz dungu mu yang mengatakan “persatuan ummat islam adalah persatuan kebun binatang” ? Haihaata haihaata...!

11. Biarlah saya berkarya, menulis, dll. kalau saya salah, luruskan. Kalau saya benar, bantu pertahankan. Kalau anda mukmin sejati, harusnya anda doakan saya agar ikhlas dalam setiap langkah dakwah ini. Bukan malah menyimpan berbagai prasangka dan kedengkian yang menjijikkan... 

Minggu, 30 Juni 2019

"ISMAIL YUSANTO : YANG MENOLAK KHILAFAH AKAN KAMI PERANGI"

"Yang menolak khilafah akan kami perangi, sekalipun dia adalah anggota keluarga saya sendiri" ucap Ismail Yusanto yang diwawancarai hari ini.


Ismail Yusanto mulai geram dengan pihak-pihak yang menolak gagasan tentang sistem pemerintahan Khilafah. Ia mengatakan bahwa Khilafah harus ditegakkan untuk membangkitkan semangat persaudaraan sesama umat Islam.


"Khilafah perlu dibangkitkan karena umat Islam saat ini terpecah belah, maka dari itu untuk menyatukannya kembali kita butuh sistem pemerintahan yang suci yaitu Khilafah" ujarnya dalam wawancara eksklusif.


Dia merasa umat Islam hari ini berbeda dengan umat Islam tempo hari. Persatuan dan Kesatuan di dalam persaudaraan umat mulai luntur akibat persaingan dalam perebutan kekuasaan.


"Kekuasaan membutakan mata hati umat Islam sehingga timbul persaingan yang semakin melunturkan semangat persaudaraan" lanjut Ismail Yusanto.


"Kiranya saya perlu melakukan sesuatu agar umat Islam bisa bersatu menegakkan yang haq dan memberantas yang bathil, Khilafah itu solusinya" ujarnya sambil tersenyum.


Bagaimana pun juga bagi Ismail, umat Islam tidak boleh jadi buih ditengah ombak lautan. Sebab buih hanya menjadi penghias semata-mata dan tidak memperlihatkan kebesaran dari umat itu sendiri.


"Saya berharap kalian sebagai umat Islam, tentu tahu diri dong... Umat Islam harus punya kekuatan untuk mendobrak tradisi bobrok yang sudah mendarah daging di dalam kancah politik" ujarnya.


"Korupsi itu tidak mencerminkan diri sebagai orang Islam, di sistem pemerintahan Khilafah bakal dihukum mati" kata Ismail Yusanto sambil tertegun.


"Oligarki juga bukan gaya hidup umat Islam, tidak patut umat Islam bermain Oligarki yang bisa merugikan seluruh umat dan menghancurkan kokohnya persaudaraan" ungkapnya.


Ismail Yusanto justru malu dengan umat Islam hari ini yang terhanyut dalam gaya hidup Oligarki sehingga terjerumus dalam praktik Korupsi.


"Oligarki adalah pangkal dari Korupsi, umat Islam harus jauhi itu dan untuk menjauhinya perlu perubahan sistem pemerintahan dan seperti saya bilang tadi" kata Ismail Yusanto dengan nada optimis.


Dia menambahkan kalau kelak ada anggota keluarganya yang menolak sistem Khilafah, maka akan dimusuhi habis-habisan bahkan sekalipun merayakan Lebaran' tidak akan disambangi kalau ada acara open house.


"Kalau di keluarga saya ada yang menolak gagasan ini (Khilafah), jangankan hari biasa... Hari Lebaran pun kalau dia mengadakan Open House tidak akan saya kunjungi dan itu bentuk pembelaan saya terhadap idealisme itu" ancam Ismail Yusanto.


Sungguh tidak tanggung-tanggung apa yang diucapkan pria berkumis tebal ini, siapa pun yang menolak Khilafah sudah pasti akan dimusuhi.


Mungkin kalian tidak merasa heran bahwa jiwa psikopat dari seorang Ismail Yusanto muncul secara membabi-buta ketika ide dan gagasannya ditolak orang banyak.

Selasa, 13 November 2018

KEABADIAN MENURUT TALAFY

 

Dalam sebuah terbitan majalah Al Islam (media massa milik Hizbut Tahrir Indonesia), saya menemukan kalimat berikut ini:
 

Ada dua macam keabadian di dalam hidup ini. Abadi di surga bersama Allah SWT dan para Nabi/Rasul, atau keabadian di neraka bersama setan/iblis…. 

Dan hanya tergantung pada manusia kemana ia akan masuk. Allah SWT ingin manusia semua berada di surga, dan ia telah dan sedang melakukan yang terbaik untuk kita agar kita masuk ke surga. Bahkan Allah SWT, tidak dapat lebih dari ini. Untuk Kristen, Yahudi, Muslim, Taonisme, Kejawen, Katolik, semuanya!
Dan sangat mudah untuk hidup abadi di surga! Cukup percaya pada Rasulullah Muhammad SAW saat ini juga dan anda akan selamat!

Komentar saya:
 

Itu katanya begitu mudah.
 

Tapi lihat:
Bagi Yahudi, Kristen adalah aliran sesat yang menyimpangkan ajaran agamanya dengan modifikasi. Anda tidak akan masuk surga kalau ikut ajaran sesat.
 

Bagi Muslim, Allah tidak punya anak dan tidak diperanakkan. Anda tidak akan masuk surga kalau menganggap Allah punya anak.
 

Bagi Taonisme, ada banyak Sesembahan, Dewa Erlang bias jadi salah satunya, tapi ada yang lebih hebat dari Dewa Erlang yaitu Dewa Sun Go Kong. Sun Go Kong jauh lebih hebat lagi dari Dewa Erlang, kenapa harus mengejar Kitab Suci ke Barat ?.
 

Bagi Kejawen, ada lebih banyak lagi Sesembahan, tapi Allah bukan salah satunya. Bila ya, bagaimana hubungannya dengan orang yang mengaku Allah sekaliber Syech Siti Jenar ?
 

Bagi Katolik, tidak perlu Syafa'at Rasulullah Muhammad untuk mencapai Surga.
 

Bagi TALAFY, mana buktinya? Bukti kalau keabadian itu ada dua hal yang membelit pikiran anda dan kalau cara sholat anda tidak benar' bisakah masuk Surga ?

RETORIKA ABDUL AZIZ AL BRUEK : JANDA ANAK SATU

Pernah aku jatuh cinta pada seorang wanita Wanita itu adalah seorang janda muda Masih muda sudah menjanda punya anak satu Satu diantara seri...