Rabu, 11 September 2019

GAYA NGELES ALA SEKTE TALAFY

TAK PUNYA BAHAN UNTUK MEMBANTAH SEBUAH KARYA, GAYA NGELES ALA SEKTE TALAFI : MAAHER AT-THUWAILIBI ITU SIAPA, ALUMNI MANA, TAK JELAS BELAJARNYA ?!!

1. Kalau saya “tidak jelas” belajarnya dimana, lantas apakah saya tak boleh menulis? Saya tak boleh berdakwah? Saya tak boleh berkarya? Lha emang anda siapa?
Lalu yang boleh menulis itu hanya ustadzmu? Hanya kelompokmu? Emang surga punya bapak moyangmu ?

2. Emang Buya Hamka itu tamatan mana? Alumni mana? Belajar dimana? Siapa gurunya dalam ilmu-ilmu alat ? Beliau adalah seorang pakar ilmu yang terkenal dengan karya monumentalnya “Tafsir Al-Azhar” dan “Sejarah Ummat Islam”. Tolong jawab sanad keilmuan Buya Hamka !? Tolong jawab.

3. Kalau saya “tidak jelas” belajarnya dimana, emang ustad kibarmu Abdul Hakim Bin Amir Abdat itu belajarnya dimana? Alumni mana? Siapa gurunya? Sebutkan sanad keilmuannya? Ustadz andalan kelompokmu, Ustadz Yazid Jawaz. Alumni mana dia ?? Jangan bilang murid Syaikh Utsaimin ya, karena Syaikh Utsaimin tak mengenal mereka berdua. Ayo cepat jawab ! sebelum anda saya permalukan dengan fakta sejarah

4. Ustadz Ahli Hadats -Eh Ahli Hadits- mu itu (yakni Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat) itu otodidak, ngga punya guru. Semua tulisannya copy paste dari kitab-kitab yang dibaca di LIPIA. dia Sarjana perpustakaan, jadi pembaca di perpustakaan LIPIA (belajar mandiri), lalu ceramah, dan kemudian jadi ‘ustad kibar’ di kalangan komunitasmu. Hebat bukan ??

5. Salah seorang Ustadzmu juga, pemateri di TV Rodja, bernama Ustad Fariq Qasim Anuz. itu alumni mana? LIPIA ngga lulus, berhenti di tengah jalan, tapi ceramah ke mana-mana; ngisi kajian, ngisi dauroh, nulis buku dan berkarya. Lalu disebabkan kebodohan sekolam konco-koncomu lantas ditulis di ujung namanya gelar “Lc”. Padahal, di LIPIA ngga selesai. Lalu “Lc” nya dari mana??

6. Saya tidak pernah mengumumkan di hadapan ummat sejagad raya bahwa saya adalah RUJUKAN dan mesti di jadikan rujukan. rujukan ya Al-Qur'an dan As-Sunnah, bukan Maaher At-Thuwailibi. Maaher At-Thuwailbi hanyalah satu diantara sekian juta anak bangsa yang ingin menyampaikan aspirasinya lewat karya-karya (walau hanya dengan narasi tulisan, artikel, atau video blog/vlog)

7. Jikalau orang yang “berhak jadi rujukan” menurut anda adalah orang yang “mesti jelas belajarnya dimana”, atau “harus alumni timur tengah”, dsb, maka Prof.Dr. Muhammad Quraish Shihab adalah orang yang sangat jelas belajarnya dimana, bahkan jelas sanad keilmuannya. dia di akui di Al-Azhar dan mencapai gelar professor doktor. kok tak kau jadikan rujukan??

8. Demikian pula Prof.Dr.Said Aqil Siraj,MA. Dia juga sangat jelas belajarnya. Ia belajar di Universitas Ummul Quro mekkah. Sangat jelas sanad keilmuannya. Bahkan disertasi S3 nya masya Allah luar biasa manfaat ilmiahnya, mengupas konsep Tasawwuf dalam pandangan Ibnu Taimiyyah. Lalu, kenapa kau tidak jadikan ia rujukan?

9. Mau saya tunjukkan dimana letak BUSUKNYA AKAL DAN PEMIKIRAN sekte Talafi ? Baiklah.., Ustad Adi Hidayat sangat jelas belajarnya dimana, jelas sanad keilmuannya, ia berguru dengan banyak ulama dan mencapai gelar S2 dengan nilai memuaskan dalam akademik. Lagi-lagi mengapa tidak kau jadikan rujukan? Kenapa tetap di jelek-jelekkan oleh kelompokmu? Jawab !! Berarti apa? Berarti yang konslet adalah otakmu, dan yang busuk itu hatimu !!

10. Jadi, apakah Ustadz yang jelas manhajnya dan jelas sanad keilmuannya menurutmu adalah seperti ustad kondangmu antek BNPT yang berfatwa bahwa “Densus 88 itu mujtahid” ? atau....ustadzmu yang sakit jiwa yang dulu sempat berfatwa “Darah demonstran halal ditumpahkan” ? Atau Ustadz dungu mu yang mengatakan “persatuan ummat islam adalah persatuan kebun binatang” ? Haihaata haihaata...!

11. Biarlah saya berkarya, menulis, dll. kalau saya salah, luruskan. Kalau saya benar, bantu pertahankan. Kalau anda mukmin sejati, harusnya anda doakan saya agar ikhlas dalam setiap langkah dakwah ini. Bukan malah menyimpan berbagai prasangka dan kedengkian yang menjijikkan... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RETORIKA ABDUL AZIZ AL BRUEK : JANDA ANAK SATU

Pernah aku jatuh cinta pada seorang wanita Wanita itu adalah seorang janda muda Masih muda sudah menjanda punya anak satu Satu diantara seri...